09.09
2021
Bos Antam Bicara Prospek Permintaan Nikel Dunia
Photo by ANTAM

Bos Antam Bicara Prospek Permintaan Nikel Dunia

Dunia sedang berbondong-bondong melakukan transisi energi dari pemakaian energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Kondisi ini turut mendongkrak permintaan salah satu komoditas tambang RI, yaitu nikel.

Pasalnya, nikel dibutuhkan sebagai komponen baterai hingga kendaraan listrik, serta komponen pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ ANTM) sebagai salah satu produsen nikel pun angkat suara terkait prospek permintaan dunia terhadap komoditas nikel ini.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Anton Herdianto mengatakan, hal ini merupakan peluang bagi perusahaan. Apalagi, lanjutnya, perusahaan memiliki cadangan nikel cukup besar dan perusahaan juga tengah membangun beberapa proyek smelter feronikel, seperti di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Halmahera Timur, Maluku Utara.

"Memang ini menjadi peluang Antam. Antam punya cadangan nikel cukup banyak. Ini yang jadi tantangan hilirisasi," ungkapnya dalam Public Expose Live 2021, Kamis (09/09/2021).

Menurutnya, permintaan bijih nikel di dalam negeri sudah cukup banyak. Sejumlah proyek smelter di Indonesia pun menurutnya terkait dengan masa depan produk nikel untuk komponen kendaraan listrik.

"Di Indonesia tentunya terkait pengembangan ke depan nikel, salah satu fokus sudah disinggung electric vehicles (EV)," tuturnya.

Antam pun menurutnya sudah bergerak ke arah sana bersama dengan tiga BUMN lainnya yaitu MIND ID, Pertamina, dan PLN. Keempat BUMN ini mendapatkan penugasan dari Kementerian BUMN melalui pembentukan Holding Indonesia Battery Corporation (IBC) untuk membangun industri baterai terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

Dalam IBC ini, peran Antam adalah sebagai pengelola sumber daya nikel sebagai bahan baku dalam membuat baterai. Menurutnya, ini menjadi peluang bagi Antam ke depannya.

"Peran Antam (di IBC) sebagai pihak yang punya source nikel jadi bahan baterai," imbuhnya.

Sumber : CNBC Indonesia